Bloggerberdatu

Showing posts with label ilmu kebidanan. Show all posts
Showing posts with label ilmu kebidanan. Show all posts

1/26/14

Depresi Ibu Pasca Melahirkan

Depresi Ibu Pasca Melahirkan

Depresi pasca melahirkan merupakan masalah yang signifikan dan menjadi perhatian masyarakat sejak lama. Walaupun terkadang sering tidak terdeteksi karena minimnya pelaporan, penelitian menyebutkan bahwa sekitar 10%-20% wanita yang melahirkan menderita depresi. Depresi pasca melahirkan selain membuat penderitaan batin untuk si ibu, juga membuat renggangnya perkawinan dan dapat menyebabkan menurunnya fungsi sosial ibu dan kualitas hidupnya. Penelitian terbaru juga mengatakan bahwa ibu yang depresi dapat menyebabkan gangguan emosional dan kognitif pada bayinya yang baru lahir. Suatu penelitian mengatakan bahwa depresi terjadi dua kali lipat lebih tinggi pada wanita yang hidupnya dalam kemiskinan, sekitar 22%-34% dari populasi.
Sebenarnya depresi pasca melahirkan dapat dideteksi sejak awal kehamilan, apalagi dengan adanya riwayat depresi pada masa kehamilan yang dari banyak penelitian merupakan perkiraan yang paling kuat akan munculnya depresi setelah melahirkan. Namun karena wanita sebagai seorang ibu dalam masyarakat digambarkan sebagai orang yang kuat dan adanya stigma dari gangguan jiwa yang masih terdapat dalam masyarakat maka depresi pasca melahirkan kadang tersembunyi dan tidak dilaporkan oleh si ibu. Mereka lebih suka menyimpan semuan penderitaan dan berjuang sendirian untuk keadaannya itu .
Depresi pasca persalinan adalah suatu depresi yang ditemukan pada perempuan setelah melahirkan, yang terjadi dalam kurun waktu 4 pekan. Hal ini dapat berlangsung hingga beberapa bulan bahkan beberapa tahun bila tidak diatasi. Satu hal yang perlu diketahui, sebenarnya selain depresi pasca persalinan, terdapat jenis depresi yang lebih ringan pada ibu setelah melahirkan, yaitu maternity blues atau post partum blues atau baby blues, yaitu gejala depresi yang biasanya dialami oleh perempuan setelah melahirkan antara hari ke-7 hingga 14, yang terjadi untuk sementara waktu dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Pada pembahasan kali ini akan dikupas mengenai depresi pasca persalinan, karena perlu penanganan yang lebih serius dibandingkan dengan baby blues.
Apa Saja Tanda dan Gejalanya?
Gejala-gejala yang ditemukan pada depresi pasca persalinan serupa dengan gejala gangguan depresi pada umumnya namun berkaitan dengan fungsi, peran, dan tanggung jawab sebagai ibu, terutama dalam merawat atau mengurus bayi. Gejala-gejala tersebut yaitu seperti adanya perasaan sedih, mudah marah, dan ingin marah saja, gelisah, hilangnya minat dan semangat yang nyata dalam aktivitas sehari-hari yang sebelumnya disukai, enggan dan malas mengurus anaknya, sulit tidur atau justru terlalu banyak tidur, nafsu makan menurun atau sebaliknya meningkat hingga mengalami penurunan atau pertambahan berat badan yang bermakna, merasa lelah atau kehilangan energi, kemampuan berpikir dan konsentrasinya menurun, merasa bersalah, merasa tidak berguna hingga putus asa dan mempunyai ide-ide kematian yang berulang (berupa ingin bunuh diri atau bahkan ingin membunuh bayinya).
Tanda dan gejala tersebut dapat muncul bersamaan sekaligus atau hanya sebagian saja. Yang jelas, karena mengalami tanda dan gejala tersebut, seorang ibu akan mengalami perasaan tertekan sehingga sulit atau tidak dapat menjalankan fungsi dan aktivitasnya sehari-hari. Oleh karena itu, ibu yang mengalami kondisi ini harus segera ditolong, agar tidak terjadi kondisi yang membahayakan dirinya atau bayinya.
Apa Penyebabnya?
Penyebab yang pasti hingga kini belum diketahui dan masih dalam penelitian para ahli. Namun demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang diperkirakan mempengaruhi terjadinya depresi pasca persalinan, antara lain :
  • Rendahnya atau ketidakpastian dukungan suami dan keluarga.
  • Keadaan atau kualitas bayi. Masalah pada bayi tersebut antara lain adanya komplikasi kelahiran (misalnya perdarahan yang terlalu banyak atau ibu mengalami infeksi, bayi yang lahir dengan jenis kelamin yang tidak diharapkan, atau lahir dengan cacat bawaan).
  • Tidak siapnya seorang ibu dalam menyambut kehadiran bayinya (kehamilan yang tidak diharapkan).
  • Adanya stressor (pemicu stress) bagi seorang ibu, baik yang berkaitan dengan kehidupan sosial maupun kejiwaannya.
  • Terdapatnya riwayat depresi sebelumnya atau masalah emosional lainnya pada seorang ibu.
  • Perubahan produksi hormon (progesteron, estrogen, prolaktin, dan kortisol) pada masa nifas.
  • Keengganan ibu yang melahirkan untuk mengungkapkan perasaan sedihnya, karena menganggap rasa sedih setelah melahirkan akan hilang dengan sendirinya.
Faktor-faktor risiko ini perlu ditelusuri untuk membantu proses penyembuhan dan mengantisipasi kondisi berulangnya depresi setelah persalinan bayi berikutnya.
Adakah Dampaknya Terhadap Anak Yang Dilahirkan?
Pada ibu yang mengalami depresi pasca persalinan, minat dan ketertarikan terhadap bayinya menjadi berkurang. Ibu sering tidak berespon positif (menyambut dengan hangat komunikasi yang dilakukan oleh bayinya, baik melalui suara tangis, tatapan mata, ataupun gerak tubuh) sehingga bayi akan berusaha lebih keras untuk menarik perhatian ibunya. Misalnya pada saat merasa bingung, bayi memerlukan kenyamanan atau penentraman, maka biasanya ia akan menangis. Bila ibu juga bingung atau marah atau sedih, maka bayi akan menangis dengan suara lebih keras atau mungkin disertai gerakan tubuh tertentu agar ibunya bisa menolongnya. Namun, ibu yang sedang depresi tidak mampu mengenali kebutuhan bayinya sehingga tidak dapat berespon seperti yang diharapkan dan dibutuhkan.
Ibu yang depresi juga tidak mampu merawat bayinya secara optimal, karena merasa tidak berdaya atau tidak mampu sehingga akan menghindar dari tanggung jawabnya. Akibatnya, kondisi kebersihan dan kesehatan bayinya pun menjadi tidak optimal. Ibu juga tidak bersemangat menyusui bayinya sehingga pertumbuhan dan perkembangan bayinya tidak seperti bayi-bayi yang ibunya tidak mengalami depresi.
Akibat lain depresi pasca persalinan yaitu hubungan ibu dan bayi juga tidak optimal sehingga di kemudian hari kepribadian anak menjadi kurang matang. Anak-anak tersebut memiliki ciri-ciri, antara lain bertemperamen negatif (mudah tersinggung, mudah marah, kurang bisa bertoleransi dengan orang lain), kurang bisa beradaptasi, intelegensi dan prestasi akademik tidak optimal, sulit bekerjasama dengan teman sebaya, kurang fokus dan konsentrasi sehingga mengganggu kegiatan belajar, bahkan dimungkinkan juga akan memiliki perilaku yang menyimpang (suka menentang, membolos, bahkan mencuri).
Dapatkah Diobati?
Depresi pasca persalinan insyaallah dapat diatasi dan diobati bila tanda dan gejalanya dikenali, baik oleh ibu yang mengalami atau orang-orang terdekat. Sebaliknya, bila dibiarkan berlarut-larut dan tanpa upaya pengobatan akan berakibat buruk bagi ibu, bayi, dan anggota keluarga lainnya. Pemberian obat bukan merupakan prioritas utama, bahkan sedapat mungkin dihindari oleh dokter mengingat ibu masih menyusui bayinya. Obat hanya diberikan pada kondisi yang sangat mendesak misalnya ibu sangat gelisah atau pada kondisi yang mengancam keselamatan diri ibu dan bayinya. Pada kondisi seperti ini biasanya ibu dianjurkan untuk dirawat secara intensif sampai kondisinya tenang dan stabil.
Program pengobatan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1.   Pengobatan terhadap ibu.
  • Latihan relaksasi, bisa dengan rekreasi, melakukan kegiatan yang disenangi, dan lain-lain.
  • Restrukturisasi kognitif, yaitu dengan menentang perilaku dan pikiran negative yang muncu.
  • Pemecahan masalah, yaitu pemberian alternatif pemecahan masalah yang sedang dihadapi ibu.
  • Komunikasi, yaitu melatih kemampuan ibu untuk mengutarakan perasaannya kepada orang-orang terdekat.
  • Menghibur ibu dengan berbagai cara, seperti dengan memberi perhatian dan hadiah yang disukai, memasakkan makanan kesukaan, menceritakan hal-hal yang menyenangkan, dan lain-lain.
  • Bila gejala berat baru diberikan obat anti depresi.
2.   Pengobatan terhadap hubungan ibu dan bayinya.
  • Menganjurkan ibu untuk merawat bayinya sesering mungkin.
  • Menyediakan tempat yang nyaman bagi ibu dan bayinya.
  • Mengajarkan ibu untuk melakukan kontak fisik dengan bayinya seperti menyentuh, mencium, memeluk, dan memijat bayinya dengan lembut.
  • Melibatkan anggota keluarga yang lain dalam merawat bayi (seperti suami, nenek, dan lainnya).
  • Mengajak ibu dan bayinya untuk sesekali menghirup udara di luar rumah, karena udara segar bisa memperbaiki perasaan ibu dan bayinya.
  • Menyarankan ibu yang sedang muncul perasaan negatifnya (marah, lelah, frustasi, kesepian) untuk meninggalkan bayinya sejenak bersama orang lain. Setelah tenang dan stabil, ibu bisa menemui bayinya kembali.
Kenali dan Hindari.
Depresi pasca persalinan dapat dicegah apabila para calon ibu, suami, dan keluarga mengetahui faktor-faktor risikonya. Bila ada salah satu dari faktor risiko tersebut, diharapkan para calon ibu dapat menghindarinya, atau bila tidak dapat dihindari sebaiknya segera mencari pertolongan profesional (dokter, psikiater) agar pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Dengan demikian, diharapkan setiap ibu yang baru saja melahirkan mampu berfungsi optimal dalam merawat, mengasuh, dan mendidik anaknya hingga menjadi seseorang dengan jiwa dan kepribadian yang sehat.
Sudah seharusnya setiap muslimah memahami betapa anak yang di amanahkan Allah pada dirinya harus dirawat dengan baik. Oleh karena itu, selain upaya-upaya yang telah disebutkan di atas, hendaknya setiap calon ibu membekali diri dengan ilmu agama dan ilmu yang mendukung perannya dalam mengasuh dan mendidik anak. Demikian penjelasan mengenai depresi pasca persalinan, semoga bermanfaat.

Genetalia Interna Wanita

Genetalia Interna Wanita

Genetalia interna wanita merupakan organ atau alat kelamin yang tidak tampak dari luar, terletak di bagian dalam dan dapat dilihat dengan alat khusus atau pembedahan. Genetalia interna terdiri atas vagina (liang senggama), uterus (rahim), tuba falopi (saluran telur) dan ovarium (indung telur).
Bagian dari genetalia interna, adalah:
  1. Vagina (liang senggama)
  2. Uterus (rahim)
  3. Tuba falopi (saluran telur)
  4. Ovarium (indung telur)

Vagina (liang senggama)

Vagina adalah saluran yang berbentuk tabung yang menghubungkan vulva dengan rahim. Ukuran vagina sekitar 6- 7,5 cm meliputi dinding anterior dan 9-11 cm meliputi dinding posterior.
Fungsi vagina adalah sebagai berikut:
  1. Saluran untuk keluarnya menstruasi dari rahim
  2. Tempat senggama
  3. Jalan lahir
PH vagina normal berkisar 4-5, sehingga menyebabkan cairan menjadi sedikit asam. Hal ini, memberikan proteksi terhadap penyebaran kuman. Dinding vagina yang berlipat-lipat yang berjalan sirkulair disebut rugae. Dinding vagina terdiri atas tiga lapisan yaitu: lapisan mukosa yang merupakan kulit, lapisan otot dan lapisan jaringan ikat. Bagian dari leher rahim yang menonjol ke dalam vagina disebut porsio. Sedangkan daerah di sekitar servik disebut forniks. Forniks dibagi menjadi 4 kuadran, yaitu: forniks anterior, forniks posterior, forniks lateral kanan dan kiri.

Uterus (rahim)

Uterus merupakan suatu organ muskular berbentuk seperti pir yang terletak di antara kandung kencing dan rektum.
Fungsi dari uterus adalah:
  1. Setiap bulan, berfungsi dalam pengeluaran darah haid dengan ditandai adanya perubahan dan pelepasan dari endometirum.
  2. Selama kehamilan sebagai tempat implantasi, retensi dan nutrisi konseptus.
  3. Saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan.
Ukuran uterus berbeda-beda tergantung pada usia, pernah melahirkan atau belum. Ukuran uterus pada anak-anak 2-3 cm, nuli para 6-8 cm dan multi para 8-9 cm.
Uterus terdiri atas dua bagian utama yaitu serviks dan korpus uteri.

Serviks uteri

Serviks uteri merupakan bagian terbawah uterus, yang terdiri dari pars vaginalis dan pars supravaginalis. Komponen utama dalam serviks uteri adalah otot polos, jalianan jaringan ikat kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri dengan lubang ostium uteri externum, yang dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum.

Korpus uteri

Korpus uteri terdiri dari: paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intra abdomen, tengah lapisan muskular / miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. Posisi corpus intra abdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria.
Hubungan antara kavum uteri dan kanalis servikalis ke dalam vagina disebut ostium uteri eksternum. Isthmus adalah bagian uterus antar korpus dan serviks uteri, yang diliputi oleh peritoneum viserale. Isthmus, akan melebar selama kehamilan dan disebut segmen bawah rahim.
Organ yang berbatasan dengan uterus adalah sebagai berikut:
  1. Sebelah atas: rongga rahim berhubungan dengan tuba falopi
  2. Sebelah bawah: berbatasan dengan saluran leher rahim (kanalis servikalis)
Dinding rahim terdiri atas tiga lapisan, yaitu:
  1. Lapisan serosa (perimetrium) terletak paling luar
  2. Lapisan otot (miometrium) terletak di tengah
  3. Lapisan mukosa (endometrium) terletak paling dalam
Sikap dan letak uterus dalam rongga panggul terfiksasi dengan baik karena disokong dan dipertahankan oleh:
  1. Tonus rahim sendiri
  2. Tekanan intra abdominal
  3. Otot-otot dasar panggul
  4. Ligamentum-ligamentum
Ligamentum-ligamentum uterus adalah sebagai berikut:
  1. Ligamentum latum: Ligamentum latum terletak di sebelah kanan dan kiri uterus, meluas sampai ke dinding panggul dan dasar panggul, sehingga uterus seolah-olah menggantung pada tuba.
  2. Ligamentum rotundum: Ligamentum rotundum terletak di bagian atas lateral dari uterus, kaudal dari insersi tuba. Ligamen ini menahan uterus antefleksi.
  3. Ligamentum infundibulo pelvikum: Indifundibulo pelvikum ada dua yaitu di bagian kiri kanan dari infundibulum dan ovarium. Ligamentum ini menggantungkan uterus pada dinding panggul.
  4. Ligamentum kardinale: Ligamentum kardinale terdapat di kiri kanan dari serviks setinggi ostium internum ke dinding panggul.
  5. Ligamentum sakro uterinum: Ligamentum sakro uterinum terdapat di kiri dan kanan dari serviks sebelah belakang ke sakrum mengelilingi rektum.
  6. Ligamentum vesiko uterinum: Ligamentum vesiko uterinum terletak pada daerah uterus ke kandung kencing.
Letak uterus adalah sebagai berikut:
  1. Antefleksi (menekan ke depan), merupakan letak fisiologis
  2. Retrofleksi (menghadap ke belakang)
  3. Anteversio, uterus terdorong ke depan
  4. Retroversio, uterus terdorong ke belakang
  5. Torsio, uterus yang memutar
Pembuluh darah yang mengaliri uterus adalah arteri uterina dan arteri ovarika.

Tuba falopi (saluran telur)

Tuba falopi terdapat pada tepi atas ligamentum latum, berjalan ke arah lateral, kornu uteri kanan dan kiri. Panjang tuba falopi adalah 12 cm, dengan diameter 3-8 mm.
Fungsi dari tuba falopi adalah:
  1. Menangkap dan membawa ovum dari ovarium ke uterus
  2. Tempat terjadinya konsepsi
Tuba falopi terdiri atas 4 bagian yaitu:
  1. Pars interstisialis: Pars interstisialis merupakan bagian tuba yang berjalan dari dinding uterus mulai dari ostium tuba.
  2. Pars ismika: Pars ismika merupakan bagian tuba setelah ke luar dinding uterus. Pars ismika merupakan bagian yang lurus dan sempit.
  3. Pars ampularis: Pars ampularis merupakan bagian tuba antara pars ismika dengan infundibulum. Pars ampularis merupakan bagian tuba yang paling lebar dan berbentuk S. Pars ampularis merupakan tempat terjadinya konsepsi.
  4. Infundibulum: Infundibulum merupakan bagian ujung dari tuba dengan umbai-umbai yang disebut fimbrae. Fungsi dari fimbrae untuk menangkap ovum yang matang. Lubang pada fimbrae disebut ostium abdominale tuba.

Ovarium (indung telur)

Ovarium homolog dengan testis pada pria. Ovarium berbentuk oval dan terletak pada dinding panggul bagian lateral yang disebut fossa ovarium. Ovarium ada dua yaitu terletak di kiri dan kanan uterus. Ovarium dihubungkan oleh ligamentum ovarii propium dan dihubungkan dengan dinding panggul dengan perantara ligamentum infundibulo pelvikum.
Fungsi ovarium adalah sebagai berikut:
  1. Mengeluarkan hormon progesteron dan esterogen
  2. Mengeluarkan telur setiap bulan
Ukuran ovarium sekitar 2,5-5 cm x 1,5-3 cm x 0,9-1,5 cm. Berat ovarium kurang lebih 4-8 gram.
Pada seorang wanita, terdapat 100.000 folikel primer. Folikel tersebut setiap bulan akan matang dan keluar, terkadang dua folikel matang dan keluar bersamaan. Folikel primer ini akan berkembang menjadi folikel de graaf.
Folikel de graaf yang matang terdiri atas: ovum, stratum granulosum, teka internus, dan teka eksternus.

sirkulasi darah fetus

sirkulasi darah fetus

Sirkulasi darah janin dalam rahim tidak sama dengan sirkulasi darah pada bayi dan anak. Dalam rahim, paru-paru tidak berfungsi sebagai alat pernafasan, pertukaran gas dilakukan oleh plasenta. Pembentukan pembuluh darah dan sel darah dimulai minggu ke tiga dan bertujuan menyuplai embrio dengan oksigen dan nutrien dari ibu.
Darah mengalir dari plasenta ke janin melalui vena umbilikalis yang terdapat dalam tali pusat. Jumlah darah yang mengalir melalui tali pusat sekitar 125 ml/kg/Bb per menit atau sekitar 500 ml per menit.
Melalui vena umbilikalis dan duktus venosus, darah mengalir ke dalam vena cafa inferior, bercampur darah yang kembali dari bagian bawah tubuh, masuk atrium kanan di mana aliran darah dari vena cafa inferior lewat melalui foramen ovale ke atrium kiri, kemudian ke ventrikel kiri melalui arkus aorta, darah dialirkan ke seluruh tubuh.
Darah yang mengandung karbondioksida dari tubuh bagian atas, memasuki ventrikel kanan melalui vena cafa superior. Kemudian melalui arteri pulmonalis besar meninggalkan ventrikel kanan menuju aorta melewati duktus arteriosus. Darah ini kembali ke plasenta melaui aorta, arteri iliaka interna dan arteri umbilikalis untuk mengadakan pertukaran gas selanjutnya.
Foramen ovale dan duktus arteriosus berfungsi sebagai saluran/jalan pintas yang memungkinkan sebagian besar dari cardiac output yang sudah terkombinasi kembali ke plasenta tanpa melalui paru-paru.

Menjaga Kesehatan Bayi dalam Kandungan

Menjaga Kesehatan Bayi dalam Kandungan 

Program prekonsepsi yang komprehensif sangat potensial untuk mempersiapkan seorang wanita yang akan hamil dengan menurunkan faktor-faktor resiko, mempromosi kebiasaan hidup sehat dan ‘ Siap’ untuk kehamilan itu sendiri.

Untuk tujuan agar kehamilan sehat sehingga menghasilkan bayi yang sehat diperlukan :Pemeriksaan Antenatal yang baik dan teratur, Pengaturan pola makan dan Nutrisi yang baik, termasuk suplemen., Persiapan ‘ Psikososial’ dan Lingkungan yang baik, serta Olah Raga/ Latihan yang teratur.
Pada evaluasi pertama Antenatal yang diperlukan adalah mengetahui tentang Status Kesehatan Ibu dan Janin, Usia Kehamilan / Janin, dan Rencana Perawatan Kebidanan Selanjutnya.

·     PEMERIKSAAN ANTENATAL

Tujuan dari pemeriksaan antenatal yang baik adalah untuk mempersiapkan kehamilan yang baik dan melahirkan bayi sehatdari ibu yang sehat pula. Jadi pemeriksaan kehamilan yang teratur ini merupakan hal yang harus dilakukan untuk memantau kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Pemeriksaan kehamilan ini harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang profesional seperti bidan, dokter umum, atau Ahli Kebidanan & Penyakit Kandungan.
Pemeriksaan Antenatal ini idealnya dilakukan pada usia kehamilan :
0 – 28 minggu —- Tiap 4 Minggu
28 – 36 minggu —- Tiap 2 minggu
36 – 40 minggu —- Tiap 1 Minggu
·     BERAT BADAN DAN KENAIKANNYA ( WEIGHT GAIN )
Peningkatan berat badan ibu hamil yang sehat menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan janin yang sehat. Peningkatan berat badan yang dianjurkan pada wanita hamil dengan berat prakehamilan yang normal ( Body Mass Index Normal ) adalah 11,5 – 16 Kg. Dan rata-rata kenaikan berat badan perminggu yang baik dari kehamilan 20 minggu sampai kelahiran adalah 400 – 500 gram. ( Hytten, 1991 ).
·     DIET

Saat ini telah diketahui bahwa nutrisi ibu pada saat hamil sangat mempengaruhi kesehatan janin, dan telah diketahui bahwa suplementasi As. Folat sebelum kehamilan dapat menurunkan angka kejadian “ Neural Tube Defect ( NTD ) “ sampai separuhnya ( Rose & Mennuti, 1994 ). Jadi seorang wanita yang memiliki riwayat kehamilan yang lalu dengan NTD, harus ditambahkan dalam dietnya dengan 4 mg As. Folat paling tidak satu bulan sebelum kehamilan yang direncanakan sampai dengan trimester pertama.

Ibu hamil harus menambah asupan kalori ekstra ± 300 Kkal setiap hari. Kalori ini sangat diperlukan untuk energi dan bila asupan kalori tidak mencukupi, maka protein akan diubah menjadi energi dan hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembang janin. Protein sebaiknya terutama diambil dari sumber hewani, seperti : daging, susu, telur, keju, ikan dll.
Kebutuhan terhadap zat besi ( Fe ) adalah sangat mutlak untuk mencegah anemia yang akan mempengaruhi tumbuh kembang janin. Pada tabel-2 ditunjukkan kebutuhan diet yang direkomendasikan oleh NRC.
·     PSIKOSOSIAL & LINGKUNGAN

Kehamilan adalah kejadian yang sangat diharapkan oleh setiap pasangan suami istri. Dan kadang-kadang setelah hamil ada mitos bahwa temperamen ibu/suami berkaitan dengan kehamilannya dengan menyebutnya “ BAWAAN BAYI “. Sebenarnya pandangan itu tidak seluruhnya benar, hanya saja yang berlaku justru sebaliknya, Temperamen & Perilaku Ibu hamil dan lingkungannya “ Mempengaruhi Bayi “ dalam kandungan. Jadi sebenarnya semenjak dalam kandungan, janin dapat terpengaruh oleh emosional dan lingkungannya.

Dengan selalu menyayangi janin mulai konsepsi sebenarnya mempengaruhi tumbuh kembang janin itu sendiri. Misalnya seorang ibu yang sering stress / marah atau bertengkar / bersuara gaduh akan menyebabkan perubahan hormonal pada dirinya yang akan mempengaruhi janin, mungkin janin akan “merasa tidak nyaman/aman”. Seorang wanita hamil seharusnya Tenang dan selalu “ BERPIKIR DAMAI “, Mendengarkan alunan nada-nada religius, musik yang indah ( Efek Mozart ), Menghindari stres, Bersama-sama suami membelai-belai perut, kalau perlu membuat percakapan-percakapan yang menunjukkan kasih sayang kepada calon bayi, Coba untuk selalu memaafkan, dan lepaskan rasa amarah dan ketidaknyamanan.
Pada akhirnya mungkin perlu disadari bahwa hal terbaik yang dapat dikerjakan adalah menyayangi bayi, ciptakan rasa aman dan yakinlah bahwa cinta orangtua adalah sama pentingnya dengan ASI.
·     OLAH RAGA
Secara umum wanita hamil tidak perlu membatasi aktifitasnya. Bahkan The American Academy of Pediatrics and The American College of Obstetrics & Gynegology ( 1997 ) menyimpulkan bahwa wanita hamil yang tidak ada komplikasi dapat bekerja sampai saat akan melahirkan, dan sebaiknya diberi waktu 4 – 6 minggu untuk istirahat setelah melahirkan sebelum kembali bekerja. Jogging, jalan kaki, berenang, senam hamil adalah olah raga yang dianjurkan. Senam hamil juga bertujuan untuk mempersiapkan proses persalinan dengan latihan otot dasar panggul.
·     MEMPERSIAPKAN PENDIDIKAN / KECERDASAN BAYI SEJAK DALAM KANDUNGAN

Otak adalah suatu organ yang komponen lemaknya ± 60%. Pada masa perkembangan janin dalam kandungan, otak mengambil 70% dari total energi ibu ( Lemak, Protein, Karbohidrat ). Selama dalam kandungan sampai dengan bayi lahir untuk perkembangan otak dan saraf dibutuhkan As. Lemak esensial yang spesifik. Omega-3 khususnya DocosaHecsanoic Acid ( DHA ) adalah asam lemak esensial yang berperan vital sebagai transmisi impuls saraf. Dengan kata lain DHA adalah si Pembawa Pesan dari saraf ke seluruh tubuh. Selain untuk perkembangan otak, DHA juga berperan dalam ketajaman penglihatan karena banyak ditemukan di fotoreseptor retina.

Perlu diketahui bahwa perkembangan otak manusia dimulai dalam kandungan dan perkembangannya menjadi lambat setelah usia 3 tahun, jadi DHA penting pada fase ini. Jumlah DHA dalam ASI ditentukan oleh jumlah DHA yang dikonsumsi seorang ibu dimasa menyusui.
Seperti diungkapkan sebelumnya bahwa perkembangan pendidikan / kecerdasan anak sangat ditentukan baik mulai dari pemeriksaan Antenatal, Nutrisi, Psikososial/Lingkungan termasuk kebiasaan hidup sehat dan menghindari Rokok / Alkohol / Narkoba, dan Olah raga. Kesemuanya itu harus menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi

vitamin yang sangat spesial: vitamin M , apakah itu?

vitamin yang sangat spesial: vitamin M 

Vitamin M merupakan vitamin yang dikenal juga sebagai vitamin B9. Vitamin yang larut dalam air. Dulu vitamin M ini dinamai demikian karena terkandung pada tanaman marijuana. Pada tanaman marijuana yang sekarang menjadi ilegal tersebut vitamin M banyak ditemukan yang ternyata memiliki fungsi yang sama seperti asam folat. Dulu dalam kemiliteran Amerika Serikat, tenaga medis ketentaraan memberikan motrin (ibuprofen) dalam jumlah dosis yang besar. Lalu pada akhir 1980 sebelum dosis asam folat ini digunakan untuk umum, 50% dari dosis yang tinggi hanya diberikan pada dinas-dinas keamanan Negara Amerika dan dinamakan “vitamin M” karena jumlah dosis tersebut.
Vitamin M Umumnya Dikenal Sebagai Asam Folat (vitamin B9)
Dikarenakan dulu penggunaan asam folat yang tinggi dalam sebuah dosis dan belum disebarkan secara umum. Untuk itu vitamin M dikenal juga sebagai asam folat. Vitamin M sangat baik untuk ibu hamil. Karena berfungsi sebagai pengoptimalan dan menjaga gizi bayi dalam kandungannya. Vitamin M dapat ditemukan di makanan alami seperti gandum, sereal, roti, lalu biskuit, ada juga dalam selada, bayam, brokoli, pisang, dan melon. Perlu diingat karena penggunaan vitamin M di jaman sekarang sudah tidak lagi ada, dan generalisasinya menjadi folic acid atau asam folat.
Manfaat dan Fungsi Vitamin M
Sudah dibahas sebelumnya manfaat vitamin M tentu untuk ibu yang sedang hamil. Lalu untuk memproduksi sel darah merah dalam darah. Serta memanfaatkan metabolisme protein untuk dijadikan energi. Selain itu pembentukan zat besi, pembentukan RNA, serta asam nukleat lainnya. Asam folat ini rusak pada suhu tinggi, sehingga pemanfaatan secara alami tidak bisa secara matang (harus setengah matang) terutama pada sayuran. Asam folat tidak diproduksi oleh tubuh, namun pada organ hati menjadi asam folinic dengan adanya vitamin C, dan kemudian dapat disimpan dalam tubuh. Perlu diingatkan lagi bahwa konsumsi vitamin M dapat mencegah keguguran pada ibu hamil, dan menurunkan resiko cacat pada bayi baru lahir. perlu diingat bahwa cacat lahir pada minggu pertama hingga bulan pertama bayi lahir dapat menyebabkan kematian. Cegah hal ini dan tingkatkan konsumsi vitamin M jika perlu. Konsultasikan lagi ke dokter Anda.
Sumber Vitamin M
Lalu bagaimana dengan sumber vitamin M? Sumber vitamin M tentu juga sama halnya dengan sumber asam folat. Seperti kacang-kacangan, daging hati sapi atau kambing, gandum, asparagus, dan daging hewan yang bisa dimakan pada umumnya. Atau bisa mengkonsumsi gandum, roti, sereal, biskuit, dan pasta. Bisa juga mengkonsumsi sayuran hijau seperti brokoli, selada, dan bayam. Untuk buah ada melon dan pisang. Selain itu sumber vitamin M juga dapat ditemukan pada suplemen vitamin. Ingat untuk tidak mengkonsumsi suplemen vitamin M terpisah dari suplemen vitamin lainnya. Sehingga perlu mengkonsumsi multivitamin bukan satu jenis saja. Ini dapat mencegah Anda dari hal defisiensi vitamin yang lainnya.
Gejala Kekurangan Vitamin M
Gangguan saat kekurangan vitamin M bisa menyerang baik saat bayi dalam kandungan atau orang dewasa. Untuk bayi yang mengalami kekurangan vitamin M saat dalam kandungan, saat lahir bisa mengalami bifida spinal dan kerusakan pada perkembangan otak. Namun itu untuk gejala kekurangan vitamin M yang sudah masuk tahap parah. Jika masih dalam tahapan kekurangan pada batas wajar, biasanya seseorang akan mengalami kelelahan, depresi, dan ingatan yang buruk. Bahkan beberapa mengalami gejala gangguan kejiwaan dan anemia pada tubuh. Untuk itu, selalu mengkonsumsi makanan sehat berserat dan bervitamin untuk dapat mencegah dari gejala kekurangan vitamin M yang bisa berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang.
Bahaya Kelebihan Vitamin M
Tidak ada laporan yang jelas mengenai kelebihan mengkonsumsi vitamin M dalam dosis normal 15 mcg sehari. Jikapun ada dalam waktu yang panjang belum ditemukan seseorang mengalami penyakit yang berat dengan berlebihan mengkonsumsi vitamin M. Karena vitamin M adalah vitamin yang larut dalam air, sehingga sisa yang tidak dibutuhkan dalam tubuh akan dibuang melalui urin. Ada beberapa gejala ringan yang dialami seseorang saat mengkonsumsi vitamin M dalam jumlah banyak seperti mual, masuk angin, kemudian lekas marah serta kehilangan nafsu makan. Bahkan ada indikasi saat mengkonsumsi vitamin M berlebihan, vitamin B12 dalam tubuh juga akan berkurang sehingga mengakibatkan menurunnya saraf dalam tubuh.
Inilah penjelasan mengenai apa itu vitamin M yang lebih dikenal sekarang sebagai vitamin B9 atau asam folat. Selain mengetahui manfaatnya, kadang banyak orang cenderung meremehkan manfaat dari vitamin yang cukup besar bagi kesehatan tubuh. Namun dengan mengetahui juga manfaat dan fungsinya untuk tubuh, serta gejala baik kekurangan ataupun kelebihan membuat seseorang yang dulunya tidak perduli dengan konsumsi vitamin, akan semakin sering mengkonsumsi vitamin. Jangan mengandalkan makanan bersumber alami saja dalam pemenuhan vitamin M Anda (jika Anda tidak memasaknya sendiri). Karena bisa jadi makanan yang Anda beli baik sayur dan daging (terutama) telah dimasak terlalu matang, sehingga kandungan vitaminnya bisa berkurang dan hilang. Untuk itu penuhi kebutuhan vitamin Anda dengan suplemen multivitamin selain tentu juga dengan makanan sumber alami.

tujuan ilmu kebidanan

PENGERTIAN DAN TUJUAN ILMU KEBIDANAN

Pengertian Ilmu Kebidanan :
Ilmu Kebidanan adalah ilmu yang terbentuk dari sintesa yang berbagai disiplin ilmu atau multi disiplin yang terkait dengan pelayanan kebidanan meliputi ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu sosial, ilmu perilaku, ilmu budaya, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu manajemen, untuk dapat memberikan pelayanan kepada ibu dalam masa pra konsepsi, hamil, bersalin, post partum, dan bayi baru lahir. Pelayanan kebidanan tersebut meliputi pendeteksian keadaan abnormal pada ibu dan anak, melaksanakan konseling dan pendidikan kesehatan terhadap individu, keluarga dan masyarakat.
Fungsi Etika Dan Moralitas Dalam Pelayanan Kebidanan.
  1. Menjaga otonomi dari setiap individu khususnya Bidan dan Klien
  2. Menjaga kita untuk melakukan tindakan kebaikan dan mencegah tindakan yg merugikan/membahayakan orang lain
  3. Menjaga privacy setiap individu
  4. Mengatur manusia untuk berbuat adil dan bijaksana sesuai dengan porsinya
  5. Dengan etik kita mengatahui apakah suatu tindakan itu dapat diterima dan apa alasannya
  6. Mengarahkan pola pikir seseorang dalam bertindak atau dalam menganalisis suatu masalah
  7. Menghasilkan tindakan yg benar
  8. Mendapatkan informasi tenfang hal yg sebenarnya
  9. Memberikan petunjuk terhadap tingkah laku/perilaku manusia antara baik, buruk, benar atau salah sesuai dengan moral yg berlaku pada umumnya
  10. Berhubungan dengans pengaturan hal-hal yg bersifat abstrak
Hak Kewajiban Dan Tanggungjawab Seorang Bidan
Hak dan kewajiban adalah hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial sehari-hari. Pasien memiliki hak terhadap bidan atas pelayanan yang diterimanya. Hak pasti berhubungan dengan individu, yaitu pasien. Sedangkan bidan mempunyai kewajiban/keharusan untuk pasien, jadi hak adalah sesuatu yang diterima oleh pasien. Sedang kewajiban adalah suatu yang diberikan oleh bidan. Seharusnya juga ada hak yang harus diterima oleh bidan dan kewajiban yang harus diberikan oleh pasien.
a.  Hak Pasien
Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien/klien:
  1. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit atau instusi pelayanan kesehatan.
  2. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur.
  3. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi.
  4. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannya.
  5. Pasien berhak mendapatkan ;nformasi yang meliputi kehamilan, persalinan, nifas dan bayinya yang baru dilahirkan.
  6. Pasien berhak mendapat pendampingan suami atau keluarga selama proses persalinan berlangsung.
  7. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan seuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit.
  8. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dad pihak luar.
  9. Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya, sepengatahuan dokter yang merawat.
  10. Pasien berhak meminta atas privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya.
  11. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi :
  • Penyakit yang diderita
  • Tindakan kebidanan yang akan dilakukan
  • Alternatif terapi lainnya
  • Prognosisnya
  • Perkiraan biaya pengobatan
Kesimpulan
Dalam upaya mendorong profesi keperawatan dan kebidanan agar dapat diterima dan dihargai oleh pasien, masyarakat atau profesi lain, maka mereka harus memanfaatkan nilai-nilai keperawatan/kebidanan dalam menerapkan etika dan moral disertai komitmen yang kuat dalam mengemban peran profesionalnya. Dengan demikian perawat atau bidan yang menerima tanggung jawab, dapat melaksanakan asuhan keperawatan atau kebidanan secara etis profesional. Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai dengan standar, melaksanakan advokasi, keadaan tersebut akan dapat memberi jaminan bagi keselamatan pasen, penghormatan terhadap hak-hak pasen, akan berdampak terhadap peningkatan kualitas asuhan keperawatan atau kebidanan.

Kelainan Pada Bayi Yang Baru Lahir

Kelainan Pada Bayi Yang Baru Lahir

Ibu mana yang tak ingin bayinya lahir dalam kondisi sehat dan kuat? Namun, perlu diketahui, sehat dan bagusnya kondisi bayi yang baru lahir, tergantung kondisi ibu selama masa kehamilan atau persalinan. Penyakit dan masalah yang dialami ibu selama hamil, bisa membuat bayi lahir bermasalah.
Pada artikel berikut ini kami akan membahas mengenai kelainan pada bayi baru lahir yang sangat penting sekali untuk diketahui bagi para ibu atau para bidan yang biasa menangani proses persalinan. Hal ini penting diketahui sebagai langkah awal untuk mengatasi kelainan tersebut jika diperlukan perawatan dan pertolongan khusus pada bayi.
Kasus kelainan pada bayi yang baru lahir yang biasa ditemui antara lain :
1).  Kelainan Bibir Sumbing pada bayi yang baru lahir.
Bibir sumbing adalah suatu kelainan bawaan yang terjadi pada bibir bagian atas serta langit-langit lunak dan langit-langit keras mulut. Celah bibir (bibir sumbing) adalah suatu ketidak sempurnaan pada penyambungan bibir bagian atas, yang biasanya berlokasi tepat di bawah hidung. Celah langit-langit adalah suatu saluran abnormal yang melewati langit-langit mulut dan menuju saluran udara di hidung.
Celah bibir dan celah langit-langit bisa terjadi secara bersamaan maupun sendiri-sendiri. Kelainan ini juga bisa terjadi bersamaan dengan kelainan bawaan lainnya. Penyebabnya mungkin adalah mutasi genetik atau tercitogen (zat yang dapat menyebabkan kelainan pada janin).
2).  Kelainan Sindroma PierrĂ© Robin pada bayi yang baru lahir.
Sindroca Pierre Robin adalah sekelompok kelainan pada bayi yang ditandai dengan adanya rahang bawah yang sangat kecil dengan lidah yang jatuh ke belakang dan mengarah ke hawah. Bisa juga terjadi meskipun te!ah mendapat perawatan kebidanan yang terampil dan kompeten dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan tindakan atau sikap orang tua yang acuh tak acuh.
Ada juga beberapa kelainan bayi yang biasanya jarang terjadi seperti :
  • Perlukaan kulit.
  • Entema.
  • Ptekiae.
  • Abrasi.
  • Ekimosis clan Nekrosis lemak Subkutan.
  • Perdarahan subaponeurotik.
Demikian kami ulas beberapa kelainan pada bayi baru yang baru lahir. Besar harapan semoga artikel ini bermanfaat bagi para ibu dan para bidan yang biasa menangani proses persalinan.

Trauma Pada Bayi Yang Baru Lahir

Trauma Pada Bayi Yang Baru Lahir

Masalah-masalah yang terjadi pada bayi baru lahir yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan yang dilakukan pada saat persalinan sangatlah beragam. Trauma akibat tindakan, cara persalinan atau gangguan kelainan fisiologik persalinan yang sering kita sebut sebagai cedera atau trauma lahir. Partus yang lama akan menyebabkan adanya tekanan tulang pelvis. Kebanyakan cedera lahir ini akan menghilang sendiri dengan perawatan yang baik dan adekuat.
Trauma pada bayi baru lahir adalah trauma yang diterima dalam atau karena proses kelahiran. Istilah trauma lahir digunakan untuk menunjukkan trauma mekanik dan anoksik, baik yang dapat dihindarkan maupun yang tidak dapat dihindarkan, yang didapat bayi pada masa persalinan clan kelahiran.
Trauma dapat terjadi sebagai akibat ketrampilan atau perhatian medik yang tidak pantas atau yang tidak memadai sama sekali, atau dapat terjadi meskipun telah mendapat perawatan kebidanan yang terampil dan kompeten clan sama sekali tidak ada kaitanriya dengan tindakan atau sikap orang tua yang acuh tak acuh.
Pembatasan trauma pada bayi baru lahir tidak meliputi trauma akibat amniosentesis, tranfusi intrauteri, pengambilan contoh darah vena kulit kepala atau resusitasi.
Beberapa kondisi karena trauma pada bayi baru lahir :
1.   Trauma pada bayi baru lahir perlukaan kulit.
Kelainan ini mungkin timbul pada persalinan yang mempergunakan alat-alat seperti cunam atau vakum. Infeksi sekunder merupakan bahaya yang dapat timbul pada kejadian ini. Karena itu, kebersihan dan pengerigan Wit yang terluka perlu diperhatikan. Bila perlu dapat juga digunakan obat-obat antiseptik lokal. Biasanya diperlukan waktu 6-8 minggu untuk penyembuhan.
2.   Trauma pada bayi baru lahir enitema, ptekiae, abrasi, ekimosis dan nekrosislemak subkutan.
Jenis persalinan yang sering menyebabkan kelainan mi yaitu presentasi muka clan persalinan yang diselesaikan dengan ekstraksi cunam clan ekstraksi vakum. Kelainan mi memerlukan pengobatan khusus dan menghilang pada minggu pertama.
3.   Trauma pada bayi baru lahir perdarahan subaponeurotik.
Perdarahan ini terjadi di bawah aponeurosis akibat pecahnya vena-vena yang menghubungkan jaringan di luar dengan sinus-sinus di dalam tengkorak. Perdarahan dapat terjadi pada persalinan yang diakhiri dengan alat, dan biasanya tidak mempunyai batas tegas, sehingga kadang-kadang kepala berbentuk asimetnis. Kelainan ini dapat menimbulkan anemia, syok, atau hiperbilirubinemia.

Perkembangan Bayi Hingga Usia 1 Tahun

Perkembangan Bayi Hingga Usia 1 Tahun

Perjalanan usia yang dilalui bayi dari waktu ke waktu akan ditandai dengan perkembangan aktivitas. Bayi bukan hanya bertumbuh, tapi juga berkembang seiring dengan umurnya. Dan, setiap tahapan umur yang dilaluinya akan menunjukkan perkembangan yang ditandai lewat kemajuan aktivitasnya.
Setelah sembilan bulan di dalam kandungan, bayi Anda akan menjadi akrab dengan lingkungan sekitarnya. Suara akrab Anda sebagai ibu akan menghibur bayi yang sedang menangis. Bayi biasanya melihat hanya melihat objek yang datang dan pergi. Mendorong pengembangan penglihatan bayi Anda dengan menunjukkan Objek yang berwarna cerah dalam berbagai bentuk dan ukuran.
Bayi berusia 3 bulan akan memiliki lebih banyak kontrol gerak. Bayi Anda akan mengeluarkan suara-suara yang lebih vokal. Bayi Anda akan menjadi lebih ekspresif. Berhati-hatilah dari gerakan Anda, karena bayi Anda akan mencoba meniru gerakan Anda dan ekspresi wajah Anda.
Bayi berusia 5 bulan akan lebih banyak melakukan gerakan dalam berbagai pose. Hati-hatilah Anda ketika bayi sedang tertidur karena mereka suka tempat yang luas. Lebih baik bayi Anda di tidurkan di box atau dihalangin oleh batal-batal besar di samping kanan kiri letak bayi Anda tidur. Bayi Anda akan mulai mengenali nama-Nya sendiri. Bayi sudah bisa memegang botol susu mereka sendiri sehingga meringankan tugas ibu. Sebagai Orangtua biasakan untuk mengajak ngobrol bayi Anda dengan bahasa yang baik. Karena otak mereka sedang berkembang menerima masukan ilmu dari luar.
Bayi Anda sangat menyadari Orangtuanya cinta kepada mereka tanpa syarat. Bayi berusia 7 bulan akan mulai belajar duduk sendiri. Tulang punggung mereka sudah kuat untuk menahan badan. Jangan lakukan ketika bayi Anda masih berusia sekitar 3-4 bulan. Karena tulang punggung masih belum kuat menahan badan mereka sendiri. Kalau dipaksakan maka bayi bisa menderita sembilit atau susah buang air besar karena tulang pantat mereka belum kuat menahan beban. Bayi akan mencoba belajar merangkak dengan menggunakannya lengannya.
Ada sebagaian bayi yang sudah bisa belajar berdiri sejak usia 9 bulan. Semua tergantung kepada bayi masing-masing. Karena setiap bayi perkembangan akan selalu beda antara satu dengan yang lainnya. Walaupun secara garis besar akan sama. Ketika bayi sudah mulai belajar berdiri Anda sebagai Orangtua harus lebih waspada. Karena bayi akan mencoba setiap ilmu baru yang mereka coba. Walaupun terkadang hal itu membuat khawatir Anda sebagai Orangtuanya. Tetapi Anda sebagai orangtua juga tidak boleh terlalu melarang bayi Anda melakukan berbagai gerakan. Karena hal itu akan menyebabkan perkembangan tumbuh kembang bayi akan terganggu.
Banyak bayi ketika usia 1 tahun sudah bisa berdiri dan berjalan tertatih-tatih. Usahakan ketika bayi Anda sedang belajar berjalan Anda ada disamping mereka untuk memberi dukungan dan motivasi untuk lebih maju. Mereka juga sudah bisa memanggil Anda sebagai Orangtuanya walapun masih belum jelas. Biasakan Anda bercerita atau menemani mereka ketika bayi Anda sedang menonton tv ataupun kaset dvd anak-anak. Terlalu sering menonton tv juga tidak terlalu baik untuk perkembangan bayi.
Anda sebagai Orangtua biasakan untuk dekat dengan bayi Anda karena bisa membangun hubungan yang bagus antara bayi dan Orangtuanya. Jangan pernah menyiakan mereka. Karena Bayi adalah garis penerus keturunan Anda kelaknya.

7/24/13

ilmu kebidanan