TEMPLATE ERROR: b:if has no 'cond' attribute

Pages

7/10/13

ASA YANG TERBELENGU

ASA YANG TERBELENGU
Karya Resti Noviani

Menyanyi dan menari adalah hal yang sangat menarik bagiku itulah alasan kenapa aku sangat ingin bisa mengapainya tapi itu bukanlah hal mudah bagiku karena aku hanyalah anak yang terobsesi namun tidak berbakat,setiap malam aku berlatih,setiap hari aku bermimpi,setiap waktu aku berfikir “bisakah aku menjadi seperti kalian,bisa menari,bisa menyanyi,menjadi tenar,banyak pujian,dan yang pasti punya kebahagian karena bisa mendapat apa yang kalian impikan”
“Rista....ayo latihan!!!” Suara dari depan pintu
“iya sebentar....”sambil mngobrak abrik lemari mencari selendang ku
“Buruan......keburu terlambat ris”dengan nada terburu – buru

Jjeeggggrrrreeeekkkk suara pintu terbuka
“hehehehe maaf terlambat tadi masih cari selendang.ayo berangkat”sambil menutup pintu

Sesampainya di sekolah,kami berlatih menari sebisa mungkin tiba-tiba saja 1 per satu teman ku di panggil ke depan kecuali aku dan lima anak lainya,aku merasa heran tapi tiba-tiba suara musik berhenti
“anak-anak ada hal yang perlu ibu sampaikan ke kalian,bulan depan ada lomba menari remo anak se surabaya,bagi anak yang ibu panggil ke depan tadi mereka adalah anak yang ibu pilih menjadi wakil dari sekolahan kita,bagi yang belum terpilih masih ada tahun depan,jadi teruslah berlatih”
Bisa kalian bayangkan tidak bagaimana rasa sakitnya jika apa yang kalian impikan itu ternyata gak sejalan dengan jalan hidupmu,terus terang aku iri dengan semua anak yang terpilih aku terus saja memandangi mereka dan melihat betapa bahagianya mereka yang terpilih dan sakitnya aku yang semalaman berlatih tapi tidak berhasil.
Asa Yang Terbelenggu
Esok harinya di sekolah aku lupa mengerjakan PR tapi untunglah hari ini guru bidang studinya tidak masuk
“hi...ris apa kabar?”sambil menepuk bahu ku dari belakang
“owh kamu nin,bikin kaget aja”dengan nada byasa
“besok nonton aku perfom di cafe ya?”dengan rasa bangga karena dia berhasil menjadi penyanyi cilik
“maksudnya kamu mau nyanyi di cafe”tertegun senang tapi kecewa
“he.em,datang ya”dengan nada sangat berharap
“owh..pasti aku datang”dengan perasaan sakit karena aku merasa tidak bisa menjadi dia
“aku tunggu ya.....”sambil pergi meningalkanku
Kata-kata ya benar membuat dada ku sesak karena aku merasa iri denganya.

Malam hari ya aku melihat temanku tampildi cafe dengan penampilan yang memukau,semua orang menyukai suaranya,dan bertepuk tanggan,aku merasakn sesuatu dalam diriku,rasa yang teramat iri,dan berharap seandainya itu aku meski aku tau ini salah tak seharusnya aku merasa iri padanya tapi tentu kalian tau bagaimana rasanya jika apa yang kau harapkan menjadi milik orang lain dan kau hanya diam menyaksikan dan bertepuk tanggan meski aku bahagia karena mimpi itu di milik temanku namun aku juga tidak dapat menipu rasa kecewa ku yang merasa tidak mampu menjadi dia,padahal aku selalu berusaha untuk bisa namun takdir tidak menutunku ke jalan itu entah apa alasanya hanya tuhan yang tahu.hingga Seiring berjalnya waktu aku mulai merasa tuhan tidak adil bagiku,kenapa mereka yang tidak berusaha,mereka yang tidak terlalu mengimpikan itu,mereka yang tidak dekat denganmu.bisa mendapatkan apa yang aku inginkan bahkan lebih dari yang mereka inginkan,aku selalu berusaha untuk mengapai apa yang aku cita-citakan tapi kenapa tuhan tidak memberikan aku jalan.

Setelah aku puas melampiaskan kemarahan ku pada tuhan kejadian mulai membaik tapi tidak merubah keadaan.perlahan aku mulai bisa menari,aku mulai bisa menyanyi bahkan semua mengakui kelebihan ku,
“bagus ris,narinya,kamu buat sendiri ta gerakanya”
“iya ini aku buat semalaman selama 1 bulan”
“iya ta,kalau gitu kita ikut lomba dance aja.gimana?”
“wah boleh yun”
“ok.ntar aku hubungi kalian.”

Akhirnya kita semua mendaftar menari meskipun aku merasa bersalah pada tuhan karena telah menyalahkanya tapi kini aku bersyukur kepada tuhan telah mewujudkan salah 1 mimpiku,meski 1 impianku tidaklah terwujud tapi aku bahagia.
“one.two,tree,four,five,six,seven,eight,begitu seterusnya”dengan perasaan bahagia aku melatih kru dance ku.
Inilah yang selama ini aku impikan yaitu bisa menari,menjadi seorang koreografer,menjadi ketua dance,dan bisa menari yang paling bagus di antara semua temanku.

Hingga suatu hari disaat pementasan Kurang 1 minggu kami di kejutkan oleh sesuatu yang membuatku benar-benar merasa putus asa,tiba-tiba para juri membatalkan lombanya entah apa alasanya kami tidak tahu pasti yang jelas itu membuatku merasa putus asa,aku berlatih semalaman,bersusah payah membuat tubuhku lentur,bahkan rasa sakit di badan karena tergilir itu merupakan kebiasaan ku karena aku ingin bisa menari sebagus mungkin tapi lagi-lagi semua harus kandas
“apa pak di batalkan?”sahut temanku evi kepada salah satu juri
“iya batal.mungkin lain kali bisa”sambil pergi begitu saja

Seketika hatiku remuk hancur,harapan musnah dan rasanya aku tidak inggin menari lagi,sepulang dari tempat lomba aku melihat kerumunan orang berkumpul di depan rumah ku,aku langsung berlari melihat ke dalam rumah ku dan ternyata sesuatu telah terjadi pada ibu ku dan itu bahkan lebih parah dari tidak bisa menari
“Ibuuuuuu........”sambil menjerit-jerit

Tapi ibu ku terus saja meronta-ronta mendekati ajalnya ayahku berusaha untuk membawa ibu ke rumah sakit sementara tetangga ku mencoba menenangkanku dan adik ku yang hanya terdiam karena merasa terpukul, aku terus saja merasa gelisah hingga tak lama kemudian aku melihat ayah kembali menemui ku dan adik ku,wajahnya nampak biasa saja dan tenang,sambil memeluk ku beliau berkata
“kita pergi ke desa sekarang ya”sambil berbisik padaku
“ibu mana yah”sahut adik ku
“ibu ke desa,mangkanya kita di suruh ke sana menyusul”

Aku dan adik ku terdiam dan hanya menyaksikan ayah mengemasi barang-barangnya,kami semua pulang ke desa bersama sanak saudara tapi entah kenapa semua saudara ku memeluk ku erat – erat seolah-olah mereka kasihan pada ku,aku bertanya pada mereka
“tante ibu mana?”tanya harap sambil memandangnya dengan ratapan separuh hati hancur
“ibu ke desa naik mobil,kamu sama adik 1 mobil sama tante ya”senyum palsunya begitu nampak dengan berjuta rasa kasihan dan sedih
“kenapa kita gak 1 mobil sama ibu te”sahut adik ku
“karena ibu kamu sedang sakit jadi mobil ya harus khusus”hiburnya
Waktu itu aku masih berumur 10 tahun tapi kenangan itu melekat di hati ku

Sesampainya di desa aku melihat banyak orang dan tenda-tenda di depan halaman rumah semua tampak berduka,aku hanya bertanya dalam hati semoga ini bukan pertanda buruk
“ya allah apa mungkin kau mengambil ibu ku dari ku”tanya ku dalam hati

Lalu ayah memangil ku dan adik ku di saat semua orang terlihat menangis
“ada apa yah?mana ibu?apa mobilnya belum datang?”tanya adik ku polos
“rista,rendi,kalian sabar ya,ibu sudah tidak ada”dengan nada yang mencoba untuk menguatkan kami

Aku hanya menatap ayah ku dan semua orang di sekitar ku dengan mata yang menyala-nyala dan menahan air mata agar aku tampak tegar di depan ayah ku tapi adik ku tidak bisa menerimanya
“ah ayah jangan bercanda,kata ya ibu mau lihat kak rista nari di pangung bareng aku”nada tersendu-sendu
“kak rista gak jadi tampil rendi,pementasanya di batalkan,”semakin tidak bisa menahan sakitnya
“ya lain kali nonton sama ayah saja ya?”hibur ayah ku
“kak rista ayo kita ke kamar”sambil menarik ku
Karena usia ku dan adik ku selisih 1 tahun jadi kami terlihat seperti seumuran dan kami mengalami tragedi ini sejak kami berdua berumur 9-10 tahun.
Di dalam kamar kami hanya bisa menangis dan meratapi nasib saja,aku menatap adik ku yang seolah membuatku berfikir apa mungkin kita yang masih sekecil ini bisa hidup tanpa ibu apalagi adik ku adalah anak yang gampang sakit dan manja terhadap ibu.hingga aku berjanji kepada diri ku sendiri untuk menjaganya dan menjadi penganti ibu baginya meski aku sadar usia ku masih 10 tahun dan tidak mungkin bagi ku untuk menjaganya seutuhnya tapi aku mencoba sebisaku.janji untuk diriku sendiri di waktu kecil.

1 minggu kami habiskan kesedihan kami di desa tiba waktunya bagi kami kembali ke kota dan menjalani hidup yang baru tapi kehidupan baru yang menyedihkan,Sejak itulah aku melupakan semua impianku sebagai penari karena aku tiada waktu untuk itu karena aku sibuk mengurus rumah,adik,dan ayah ku,karena hanya aku saudara tua perempuan di rumah ayah ku sibuk bekerja,adik ku anak lelaki yang tidak bisa diandalkan,untung saja dari kecil aku sudah terbiasa dengan semua pekerjaan ini karena dulu ibu ku sakit-sakitan jadi aku selalu membantunya dan kini dia tiada akulah yang mengantikanya.2thun berlalu aku masih menjadi penagung jawab keluarga di rumah hingga akhirnya ayah ku meminta ijin untuk menikah lagi karena tidak tega melihatku yang masih kecil harus mengurus semuanya,aku dan adik ku menyetujuinya karena kami telah mengenal calon ibu kami,meski secara fisik beliau tidak sempurna,
“kapan ayah akan menikah?” tanya ku
“tanggal 12 desember”senyum ayah sambil menatap tetangga wanita di samping rumah
Wanita itu suka dengan ayah ku tapi dia hanya ingin uang ayahku karena waktu itu kami termasuk keluarga yang mampu di antara tetangga yang lain.

Tibalah di hari pernikahan ayah ku entah kenapa aku mulai terfikir ingin menari lagi mungkin karena aku merasa sudah bisa menari lagi seperti dulu,aku terus membayangkan hal itu apalagi kini usia ku 12 tahun pasti sudah cukup matang menjadi penari yang jauh lebih baik dari usia yang dulu hehehehe itu fikiran konyol masa kecil.setelah pernikahan ayah selesai aku pun telah lulus sekolah dasar tapi ada sesuatu yang membuatku terkejut
“Apa berjilbab”syok berat mendengarnya
“kamu sudah bhaligh rista”
“ah bercanda ya bu,aku ini bukan cewek yang suka jilbapan,kalau aku jilbapan apa kata temanku nanti.pastinya aku gak bisa menari dengan bebas,menari itu butuh keseksian kalau aku jilbapan nari ya pasti islamic”
“siapa bilang jilbapan menghalangi prestasi kamu,buktinya banyak wanita berjilbab yang sukses”
“iya ris ayah setuju sama ibu,maafkan ayah yang dari dulu gak pernah ajarkan agama ke kamu,sekarang ayah mau berubah,kamu juga harus berubah”sahut ayah

Aku hanya diam dan berfikir bukan karena aku tidak mau memakai jilbab tapi aku hanya malu dengan teman-temanku yang mayoritas bukan kalangan orang berjilbab,saudara pun tidak ada yang berjilbab owh tuhan help me..Akhirnya ku turuti saja apa kata orang tua ku dengan terpaksa meskipun aku merasa aneh dengan ini semua bahkan untuk menghindari rasa malu ku aku memilih ke sekolah islam agar aku tidak terlihat mencolok dengan jilbab ku karena sekolah islam pasti berjilbab jadi aku tidak perlu malu dengan jilbab ku begitulah cara ku menghindari rasa malu ku tapi aku tidak bisa menghindar dari keinginanku yang ingin tetap menari walaupun aku sadar lingkungan ku bebeda sekarang aku tidak mungkin bisa menari di lingkunggan seperti ini.

Hingga suatu hari aku pergi ke rumah teman SD ku yang dulu kami adalah 1 group tari anak
“Evi......evi......”sambil melihat-lihat ke dalam rumahnya yang tidak ada sahutan sama sekali
“iya sebentar”suara lirih dari dalam rumah

Tiba-tiba pintu terbuka jeeggrreekk
“Rista.....kamu jilbapan sekarang hahahahahahahahhaha......lucu-lucu”
“Ini juga terpaksa vi aku sebenarnya juga gak mau”dengan sewot aku menangapinya
“kamu masuk SMP mana?”tanya ya
“Smp Muhammadiyah”
“hahahahahaha.....sejak kapan kamu suka sekolah islam”
“biarin aja daripada aku malu pake jilbab di sekolah umum kalau aku sekolah islam kan jilbapan itu biasa toh”
“hahahahahhaha...iya terserah...jadi sekarang tobat berarti”
“iya tobat.PUAS”sambil memalingkan wajah ku
“hehehehehe...gimana kamu masih suka nari”
“banget vi tapi aku gak mungkin nari dengan pakaian seperti ini,nari di sekolahan juga gak mungkin anak ya gak ada yang bakat,aku kangen sama masa SD kita dulu”
“kalau aku betah ris di SMP ku ini kamu tau gak aku menang lomba CHEERS tingkat SMP”
“wow keren donk,andai aku bisa ikut”
“ya sudah kamu gabung aja di group dance ku,,kamu pintar dance dan koregrafi kan?”
“serius vi...”spontan aku bahagia mendengarnya
“SERIUSS..besok latihan ya di rumah ku”
“OK Vi”sambil pergi meningalkanya

Tidak ada yang bisa mengambarkan rasa bahagia ku waktu itu apalagi ibu ku juga melahirkan seorang bayi perempuan yang selama ini aku harapkan huft rasa ya aku bahagia dengan kehidupan ku namun bahagia itu hanya sesaat ketika ayahku di landa kebangkrutan dan kemiskinan dan aku di permalukan oleh kru dance ku karena aku pembawa sial bagi mereka karena setiap kali aku ikut menari pasti semua gagal tapi di saat aku tidak ikut menari semua justru berjalan dengan baik
“kenapa sich setiap kamu ikut nari selalu aja gagal”serentak mereka menyalahkan ku

Terus terang aku merasakan hal yang sama dengan mereka hingga dengan berat hati aku menyatakan keluar dari group
“maaf jika selama ini aku punya salah terhadap kalian,aku merasa bersalah pada kalian karena aku kita selalu gagal dalam pementasan,aku juga tidak tahu kenapa setiap kali aku inggin menari selalu saja gagal padahal kalian semua tahu aku penari terbaik di antara kalian dan tidak ada koreo sebagus aku,bahkan dalam Expresi pun aku lebih menjiwai daripada kalian tapi mungkin nasib ku bukan menjadi penari jadi aku putuskan untuk keluar ,semoga kalian sukses”itu kata-kata terakhir ku untuk mereka semenjak itu aku tak pernah menemui mereka.

Setelah kejadian itu aku lebih sering menghabiskan waktu dirumah dengan berlatih menari sendiri di rumah sambil mengurus adik ku,hal ini membuatku nampak seperti wanita dewasa yang keseharianya hanya di rumah,membereskan rumah, memasak,mengurus adik dan mencuci,semua kegiatan itu membuat aku melupakan impianku menjadi penari meski aku masih sering berlatih menari sendiri di rumah tapi aku tidaklah berfikir ingin menari lagi. hingga suatu hari di saat aku telah luluh dari wanita yang tak ingin berjilbab menjadi wanita berjilbab aku baru sadar dan mengetahui bahwa sesunguhnya wanita itu haram naik di atas pangung ,apalagi meliuk-liukan tubuhnya di hadapan seorang yang bukan mukhrim dan sesunguhnya suara wanita itu adalah aurat itu adalah penjelasan dari salah seorang guru ngaji ku yang membuat aku sadar bahwa seharusnya aku adalah manusia yang paling beruntung karena aku di hindarkan dari segala dosa besar dan allah telah menuntunku ke jalan yang benar dimana aku yang tidak suka dengan jilbab kini telah terbuka hati ku untuk berjilbab dan bukankah ini sebuah petunjuk yang indah yang harusnya aku syukuri bahkan tidak semua orang bisa seperti ku ini adalah bukti bahwa allah sanggat menyayangiku hingga IA tidak rela jika aku terbelenggu oleh dosa besar meski aku harus sakit hati karena aku tidak bisa menjadi yang ku impikan tapi aku yakin tuhan pasti sudah menyiapkan apa yang terbaik untukku dan aku menyadari bahwa keinginanku itu hanyala nafsu yang di bisikan setan untuk ku agar aku membenciNYA tapi kini TUHAN telah mennjukkan jalanya bagi ku walaupun aku pernah marah padanya tapi dia tidak memberiku azab justru memberiku kesadaran,petunjuk,ilmu dan kesempatan.maka yang harus ku lakukan saat ini adalah menjadi hamba nya yang setia.percaya padanya,taat dan berusaha menjadi lebih baik untuk membalas dosa ku padanya.kini aku menyadari bahwa asa ku telah telah terbelengu, terbelengu oleh dosa dan aku haruslah melepas belengu itu dari hidupku agar aku tidak terpenjara oleh nafsu,dosa dan rasa iri meski aku tau belengu itu meningalkan jejak dan bekas yang mendalam.
PROFIL PENULIS
Nama : Resti Noviani
Pekerjaan:TU SD Muhammadiyah 10
Alamat :MOjo 3 baru 17
FB : novianiresti@yahoo.com ( resti Noviani )
Umur : 19 tahun
Lahir 07 november 1993



0 komentar:

Copyright © 2014 Mata Iwoi. All Rights Reserved. Template by CB Blogger. Powered by Blogger.